KUMPULAN PUISI KECEWA

AMUK

sebab amarah apa kita saling hantam
dengan batu,
darah mengucur
nyawa gentayang

dimana kau sembunyikan cinta-kasih
teronggok kah dalam etalase kitab suci??
atau kah tafsir kitab suci itu yang disitir jadi tabuh
pada tarian yang kudus, pembabat airmata
pengucur darah, pengental kebencian??

hingga, tak guna lagi kata
tak lagi bisa saling mengurai dengan bahasa !!!

Tuhan, lepaskan kami dari amuk suci
ooo, basuhlah kami dengan hujan
bawalah kembali
pada tanah yang mengasihi..

penyesalan

terdiam ku sendiri terpaku menatap keindahan malam yang sunyi
di selimuti dinginnya malam yang cerah
yang menyelimuti tubuh ini
mengapa ku selalu seperti ini
dstiap malam ku yang sepi
mengingatkan kembali kenangan saat itu
kenangan yang sulit aku lupakan
kenangan bodohnya aku waktu itu
menyadarkan diriku akan hadirnya engakau saat ini
andai waktu bisa terulang takkan ku ulangi kesalahan waktu itu
untukmu sang dewi
kan selalu ku tunggu di hati

abadi

aat malam aku terdiam sendiri.,,.,
teringat wajahmu bidadari.,.,
wajah yang dulu sempat terlukis di hati.,
nama yang dulu terukir di jiwa ini.,.,

aku mungkin tak ada lagi.,.,
di setiap mimpi malammu.,,.
di dalam pikiranmu.,,.
di setiap tutur katamu.,,.
tak kau sebut lagi namaku.,,,.

telah tiada lagi.,,..
senyumku tak terlukis di hatimu.,,.
cintaku tak terukir di hidupmu.,.,,
semua telah sirna.,,
karena kau telah hapus cintaku.,.,

namun semua tentangmu.,.,.
kan abadi di hatiku.,..
kan selalu hadir dimimpiku.,.,
kan selalu terukir di jiwaku.,,,
karena kau sempat terlukis
di dinding sanubari.,,,.,

selamanya kan abadi.,,.,
meski raga mu tak lagi kumiliki.,,,

—————

Akhir Langkahku

Dengan gentap kuberjalan..
Dengan getir ku melangkah..
Dalam deruh serah hujan terus mengguyur…
Ku pantang tuk berhenti…
Setiap langkah telah kupijak..
Setiap mimpi telah ku lamunkan..
Namun tak pernah kutemu ….
Semua jawab atas ingin ku….
Setiap langkah telah ku pijak
Setiap dentum telah ku dengar..
Namun tak pernah ku tau
akhir langkahku
dalam dentingan malam..
langkahku pun berhenti.
seiring…dentingan sinar sang bintang
dengan gentap ku coba langkahkan…
namun..tetap ku tak bisa..
ku bingung…bingung..
ingin ku jawab semua…
namun….
Kegelapan telah menutupi semuanya…

—————

RINDU

Rindu datang disini
Di hatiku…
Mendekat meraih mimpiku
Bermain dipelupuk pandangku

Menyelimuti malam klabu
Rindu bernyanyi buatku
Membuat sepi kian mencekam

Rindu menari…
Disana saat ku toleh kejauhan
Dari samping pembaringan

Menatapku seolah hendak menjemputku
Rindu bersama kematian
Mendatangi ku di dipan papan

Rindu…
Akhirnya disini
Melekat erat di jantung dadaku
Mengalir bersama merah darahku
Melapisi kulit ariku

Rindu…
Mengiringi lafaz penghabisanku